Ketua PGRI Cikampek : Masih Pandemi COVID-19, Sekolah Dilarang Laksanakan PTM

Karawang|transjabar.com – Ketua PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang Bambang Nopianto S.pd menegaskan, untuk tahun ajaran 2021 – 2022 pihak sekolah tidak dibolehkan atau dilarang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kecuali ada surat edaran dari Bupati, Disdikpora atau Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga maupun satgas COVID-19,” tegasnya.

Apabila pihak sekolah ada yang melakukan PTM, Kata Bambang, Kepala Sekolah dan para gurunya Mendapatkan sangsi.

“Untuk Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM tetap dengan metode daring dan luring,” katanya saat ditemui di sekolah, Sabtu (31/7/2021).

Namun, dia menyebut, pelaksanaan KBM daring tidak seratus persen. Ada metode luring seperti memberikan tugas ke para siswa yang tidak mempunyai sarana daring.

” Orang tuanya mengambil dan mengembalikan buku tugas ke sekolah,” terangnya sambil menunjukan orang tua murid.

Selain itu, metode luring dengan melakukan home visit berlaku bagi siswa atau orang tua yang terkendala dengan pembelajaran dan ekonomi.

“Siswa ini (katagori home visit) yang tidak melakukan pembelajaran daring maupun luring dengan mengisi buku tugas,” cetusnya.

Bahkan saat ini, dia berujar, sudah diterapkan program Assesmen Kompetensi Minimum untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Hal senada disampaikan, Kepala Sekolah SD Negeri Cikampek Barat IV Susino, S. Pd untuk tahun ajaran 2021 – 2022 masih diberlakukan sistem daring dan luring.

“Berdasarkan hasil rapat terakhir para kepala sekolah, koorwil dan pengawas . PTM itu harus menunggu komando dari Disdikpora. Karena Karawang zonanya masih merah khususnya Cikampek, jadi kami harus extra sabar,” kata Susino.

Terkait KBM tahun ajaran baru, dia memaparkan, pihaknya telah menerapkan metode luring dengan home visit terutama bagi kelas bawah (kelas 1,2 dan 3). Hal itu sudah disosialisasikan mengenai pemahaman dan pemetaan kelompok belajarnya, zonanya melalui rapat dengan orang tua murid.

” Untuk kelas 1 terutama calistung (baca, tulis dan menghitung) itu tidak bisa di daringkan. Guru harus bertemu dengan siswa dalam calistung tersebut,” ungkapnya.

Adapun KBM SD Cikampek Barat IV telah dimulai 26 Juli 2021 baik daring maupun luring. Untuk KBM dengan metode luring dengan home visit, masing-masing siswa dikelompokan per kelompok 5 siswa sedangkan durasi belajar 120 menit dengan sistem di rolling atau diputar.

Dia juga berharap, pemerintah tetap harus memperhatikan anggaran yang essential terutama di bidang pendidikan.

“Sebab pendidikan dan kesehatan dua-duanya prioritas artinya kalau mau dipangkas atau dikurangi mungkin infrastruktur. Karena pendidikan terutama di dalamnya ada karakter, kalau anggarannya dipangkas kami sulit bergerak dan resikonya karakter bangsa bisa terkikis. karakter itu adanya di pembelajaran atau pendidikan,” tutupnya. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *