Ny. Evi Agus Subiyanto: ”Kowadpun sama mengangkat senjata

Bandung|Newsnet.id- Ny. Evi Agus Subiyanto selaku Ibu Raksa Karini Sri Sena Dam III/Slw, juga sebagai Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi didampingi Wakil Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi dan pengurus Persit KCK PD III/Siliwangi melakukan olah raga bersama ratusan Kowad, di lapangan Mako 2 Kodam III/Siliwangi Jl. Kalimantan No. 14 Kota Bandung, Senin (18/10/2021).

Ny. Evi Agus Subiyanto: ”Kowadpun sama mengangkat senjata”

”Dalam melaksanakan tugas, niatkan utk melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan niat ibadah karena Allah Swt,”ujarnya

Dikatakannya pula kowad harus menghindari pelanggaran demi menjaga nama baik Korps wanita, satuan, Kodam, TNI AD dan TNI, ikuti perkembangan jaman, teknologi dan informasi. Tidak gaptek, dapat mengoperasikan alat peralatan kantor yang semakin canggih. Aktif, tidak pasif jangan seperti katak dalam tempurung, berinisiatif, kreatif dan inovatif, tandasnya.

Seusai melaksanakan olah raga bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan di Aula Manunggal. ”Sebagai ibu Raksakarini saya harus membimbing, mengayomi, menerima segala keluhan ibu-ibu kowad, Saya menginginkan kowad bekerja profesional”, kata Evi.

Dikatakan Evi ”Meskipun wanita tetapi ibu dan adik-adik adalah tentara. Tentara pria mengangkat senjata, kowadpun sama mengangkat senjata. Saya pun dahulu ingin menjadi kowad. Karena saya senang dengan kedisiplinan dan sikapnya. ”Saya salut kepada Kowad, karena dapat melaksanakan tugas sebagai prajurit di kantor, tetapi begitu sudah pulang di rumah, mereka masih bisa mengurus keluarga, membersihkan rumah pegang sapu, kain pel dan sebagainya, ujarnya.

Selain itu Evi menuturkan banyak kelebihan-kelebihan kowad. Makanya harus bisa menjaga diri dan kehormatan. ”Saya sebagai ibu Raksakarini Sri Sena , merasa sedih jika ada satu orang anggota kowad yg melanggar yang pada akhirnya berdampak pada rusaknya nama baik kowad seluruhnya. Saya berharap tidak ada anggota kowad kodam III/Siliwangi yang melakukan pelanggaran, baik pelanggaran disiplin maupun etika/asusila,” tuturnya. (son/sis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *