Pamsimas Ciparungsari Molor, Tak Sesuai Progres

Purwakarta|Newsnet.id  – Progres pekerjaan Pamsimas Desa Ciparungsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat tidak tercapai sebab target 120 hari kerja dari tanggal 24 Februari 2021 yang akan berakhir besok 24 Juni 2021 hari ini pekerjaan menara air belum selesai.

Pekerjaan menara air saat ini baru pengecoran tiang dan lantainya baru dipasang rangkaian besi dan secara teknis kemungkinan besar pekerjaan  tidak akan selesai sebab waktu hanya satu hari lagi.

“Karena memang cuaca dan tahapan terhambat makanya pekerjaan menara air ini juga terlambat dan kita juga hanya melaksanakan pekerjaan saja, ” ungkap Ajis Muslim Ketua KKM Ciparungsari,  Rabu (23/6).

Menurutnya,  pekerjaan menara air sedang dilakukan pemasangan rangkaian besi lantai dan rencananya akan dilaksanakan pengecoran sekitar 2 Minggu pekan depan.

“Saat ini pemasangan rangkaian besi lantai menara air sedang dilakukan sebagai tahapan pengecoran, ” jelas Ajis.

Sementara,  lanjut Ajis,  saat ini sedang dilakukan pemasangan pipanisasi sebagai tahapan pemasangan saluran rumah (SR) yang baru terealisasi.

“Pekerjaan pipanisasi 900 meter jaringan dengan sasaran 40 saluran rumah dan rencananya perdana akan dilakukan tahapan saluran rumah sebanyak 10 rumah,” tegasnya.

Pantauan di lapangan,  pekerjaan Pamsimas di KKM “Cai Berkah Sari” saat ini sedang dilaksanakan pekerjaan pemasangan rangkaian besi untuk pengecoran lantai menara air, sementara berdasarkan progres waktu besok 24 Juni harus sudah selesai dan ini harus menjadi catatan bagi dinas pekerjaan Pamsimas Ciparungsari terlambat.  Sementara pekerja lain sedang pemasangan pipanisasi ke rumah warga.

Sementara Herman Budi aktivis anti Korupsi di Jakarta mengatakan, sangat menyayangkan jika kondisi dilapangan tehnis pelaksanaan Pamsimas jauh dari harapan. Dari tahun ke tahun program ini selalu menuai persoalan.

Ia meminta sebaiknya, KKM harus benar benar melaksanakan Pamsimas sesuai dengan RAB, jangan ada penyimpangan. Kalau ditemukan penyimpangan sebaiknya dilaporkan dan proses sesuai dengan hukum.

Herman juga menyayangkan, buruknya tehnis pelaksanaan Pamsimas juga tidak lepas dari peran pendamping. Baik buruknya hasil program Pamsimas KKM dan pendamping juga harus ikut bertanggungjawab. (gs/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *